Tuesday, 23 January 2018

Jadi Ibu Produktif dan Kreatif Bersama ASUS X555QG

Sebagai ibu rumah tangga yang ingin ikut membantu perekonomian keluarga, laptop layaknya alat tempur yang menunjang proses kreatif agar aku lebih produktif. Itu sebabnya aku sangat bergantung pada laptop untuk menulis, mengolah gambar, dan menyunting video.

Bagiku bergelut di bidang kreatif sungguh menyenangkan. Selain hobi tersalurkan, pundi-pundi pun makin terisi walau kadang juga senewen kalau ada yang nawar harga kebangetan, apalagi minta gratisan. Alhamdulillah, setidaknya hasil dari kreativitas tersebut bisa digunakan untuk memenuhi keinginan si kecil, yaitu beli telur-teluran isi coklat yang harganya ngalahin harga setengah kilogram telur beneran itu. Huft.

Namun bagaimana jadinya jika laptop berusia 10 tahun dengan tambalan sana-sini yang menunjang proses kreatif itu sendiri harus pensiun karena layarnya tidak sengaja dipatahkan oleh si kecil? 

Kalo kalian penasaran, nih aku kasih lihat penampakannya...
Kalo kata suamiku: LAYAR KEPLEH-KEPLEH~
Yang pasti rasanya nyesek berat karena tidak bisa maksimal dalam berkarya. Lapang dada mode: ON.

Yaa, gimana? Mau marah gak tau sama siapa karena si kecil pun memang belum mengerti apa-apa. Itu mengapa dengan adanya tulisan ini, semoga teman-teman yang doyan minta buku gratis, dibikinin logo online shop gratis, atau pola kruistik gratis, dimohon menyimpan rapat-rapat niat tersebut di dalam hati aja sebelum tercurahkan. Ku sungguh sakit mendengar pintamu itu, sobat :)) Boro-boro bikinin yang serba gratis, laptopku saja... ah, sudahlah.

Namun kesedihan ini tidak berlangsung lama begitu melihat rilisan terbaru ASUS dari lini mainstream dan entry gaming di akhir tahun 2017 kemarin, yaitu laptop jajaran X series berbasis prosesor AMD. Pilihanku langsung jatuh pada si menawan serbaguna, ASUS X555QG, laptop ramah kantong dengan spesifikasi mumpuni. 
Inilah 7 poin penting yang bikin ASUS X555QG kece banget di mataku! 
Yuk, simak poin-poin berikut:

1. Hard Disk Drive Berkapasitas 1 TB
Waaah, bisa dibayangin dong, gimana leluasanya jika ingin menyimpan segala data, musik, dan foto-foto yang berhubungan dengan proses kreatif kita? Gak perlu hapus-hapusin file usang, deh~ Buat kamu yang suka nonton drama korea, tentunya gak perlu khawatir lagi untuk menyimpan drama-drama kesayanganmu, karena laptop ini gak bakal menjerit akibat memori kepenuhan (saking leganya kapasitas di dalamnya). Dengan HDD berkapasitas 1 TB bikin aku makin gak sabar untuk segera menggunakan ASUS X555QG!

2. RAM 8 GB
Bukan rahasia lagi kalo pekerja kreatif butuh alat tempur yang anti nge-lag di tengah proses kreatifnya. Itu kenapa RAM 8 GB DDR4 (yang mendukung memori dual channel) milik ASUS X555QG akan memberikan performa maksimal bagi kebutuhan kita menyelesaikan pekerjaan, seperti mengolah gambar, menyunting video, hingga hiburan multimedia dan gaming mainstream! Yang menakjubkan, kita masih bisa mengupgrade RAM hingga 16 GB, lho~

3. Tersedia Aneka Port
Buat kita yang suka kirim-kirim file, ASUS X555QG memiliki fitur dan port penting yang sudah pasti akan dibutuhkan dalam aktivitas komputerisasi. Di antaranya yang paling penting buatku:
  • USB3.0 port yang memberikan kecepatan sepuluh kali lipat dari USB2.0, memungkinkan kita untuk menyimpan foto atau mentransfer musik dan video dalam waktu singkat.
  • SD/SDHC Card Reader yang memudahkan kamu untuk memindai isi SD/SDHC card tanpa perlu tambahan port adapter lagi. Praktis!
  • HDMI yang berfungsi menghubungkan laptopmu dengan perangkat eletronik lain seperti TV untuk menghasilkan tampilan layar yang lebih besar. Misalnya, menonton film yang tersimpan di laptop melalui layar televisi.  

Selain tiga port di atas, tentu masih ada sederet port lain yang tidak kalah menarik, seperti: COMBO Audio Jack, VGA, dan RJ45 LAN. Kamu bisa lihat tampilan port-portnya lewat gambar di bawah ini:

4. Keyboard Ergonomis
Keyboard dirancang secara ergonomis untuk meningkatkan responsif dan fungsi lebih optimal. Dibekali keyboard yang memiliki design 1.6 mm jarak antara key, akan membuatmu semakin nyaman saat melakukan pengetikan. Jangan lupakan juga soal numeric keypad (numpad) di bagian kanan laptop yang memudahkan kamu saat menuliskan angka-angka.
KECE BANGET, DUH GUSTIII~

5. Baterai Tahan Lama
Dengan jenis baterai Li-Polimer, ASUS X series memiliki ketahanan baterai sampai dengan 2.5 kali lipat lebih kuat dibandingkan baterai Li-Ion Silinder. Bahkan setelah diisi ulang hingga ratusan kali, baterai ini tetap dapat menyimpan 80% dari original kapasitasnya. Tentunya daya tahan baterai dan waktu stand by bervariasi tergantung dari penggunaan ya, sobat!

6. Layar Berukuran 15,6" HD
Kebayang dong, dengan layar sebesar 15,6 inch dan resolusi 1366 x 768 piksel, mau main game atau nonton film kesukaanmu jadi semakin nyaman. Kurang dimanjakan gimana lagi sama ASUS X555QG?

7. Harga Terjangkau
Dengan segala spesifikasi mumpuni yang ASUS X555QG miliki, laptop jajaran X series ini bisa kamu dapatkan dengan harga berkisar 7.999.000 saja menurut www.amd-id.com. Masih di bawah 10 juta, lho! Sungguh menggiurkan~
Selain tujuh poin penting di atas, tentunya ASUS X555QG masih punya spesifikasi keren lainnya, seperti memiliki  kinerja yang didukung oleh Accelerated Processing Unit (APU) AMD APU A10-9620P Quad Core, kartu grafis diskrit yang mendukung fitur AMD Dual Graphics, atau selengkapnya bisa kalian tengok pada tabel di bawah ini:

Tidak lupa, berikut fitur-fitur superkece yang ASUS X555QG miliki:


JADI...
Kira-kira apa yang akan aku lakukan dengan ASUS X555QG jika aku memilikinya? Yang pasti banyak! Namun di antara sekian banyak proses kreatif yang kulakukan, membuat video stop motion sebagai bahan promosi produk adalah favoritku. Nah, di sini aku bakal kasih sedikit tutorial cara bikin video stop motion dan kenapa aku butuh laptop yang kece seperti ASUS X555QG agar proses kreatif berjalan lancar? Simak dulu, yuk! Cus~

Selain membutuhkan waktu dan kesabaran yang tinggi, untuk membuat video stop motion kita perlu:

1. Membuat Konsep
Nah, teman-teman pikirkan dulu kira-kira konsep seperti apa yang ingin teman-teman usung untuk dijadikan video stop motion, apakah gambar bercerita, apakah proses doodling seperti konsepku di bawah ini, atau ide-ide lainnya. Ngomong-ngomong inilah hasil akhir dari tuangan imajinasiku ke dalam kertas. Nah, PROSES menggambar dari awal menjadi hasil akhir inilah yang akan kita jadikan video stop motion. Gimana caranya?
2. Memotret Setiap Detail
Memotret setiap garis yang kita tambahkan dalam kertas. Bisa kita lihat seperti contoh gambar di bawah ini, untuk membuat huruf A dalam video stop motion saja, kita membutuhkan 9 gambar.  
3. Menggabungkan Dalam Aplikasi Foto
Untuk menggabungkannya, aku biasa pakai PhotoScape yang mudah penggunaannya, bahkan untuk pemula yang baru saja menyukai kegiatan edit foto. Bagaimana menggabungkannya? Silakan klik tab Animated GIF dan tarik gambar-gambar dari kolom kiri ke dalam track GIF di kolom kanan, seperti berikut:
Silakan klik untuk memperbesar gambar~
4. Menambahkan Musik Sebagai Sentuhan Terakhir
Sebenarnya di tahap ke-3, video stop motion yang kita buat sudah bisa dibilang selesai dengan format GIF. Namun, agar video jadi lebih menarik mari kita tambahkan musik lewat aplikasi video (opsional). Aku biasa menggunakan VideoPad yang penggunaannya mudah.
klik untuk memperbesar gambar~
Kalian tinggal klik add files untuk menambahkan video dan audio ke dalam track dan voila! Jadilah video stop motion seperti di bawah ini:
Video stop motion seperti di atas cocok sekali untuk dijadikan salah satu materi promosi. Promosi buku yang kutulis, misalnya. Dengan begitu, satu hobi dengan hobi lain pun jadi saling melengkapi, bukan?

SO, KENAPA AKU BUTUH ASUS X555QG 
UNTUK MENUNJANG PROSES KREATIF DALAM  HIDUPKU?
Dengan adanya video stop motion di atas, kebayang dong berapa foto yang aku butuhkan untuk membuat foto-foto tersebut menjadi satu-kesatuan video stop motion? Banyak banget! Apalagi kalo setiap fotonya memiliki resolusi tinggi yang sudah jelas memakan banyak kapasitas memori. Itu saja sudah pakai 231 foto, tapi hasil akhir video hanya berdurasi kurang dari 15 detik. Apa kabar jika ingin membuat video dengan durasi lebih lama? Tentunya butuh foto lebih banyak juga.

Ini kenapa ASUS X555QG dengan kapasitas media penyimpanan sebesar 1 TB HDD sangat kubutuhkan! Aku gak perlu khawatir untuk menyimpan segala materi yang akan kubuat menjadi video stop motion, karena menyimpan begitu banyak data, foto, dan musik bukan jadi masalah. Ditambah, laptop ASUS X555QG memiliki RAM 8 GB di mana jika kamu menggunakannya untuk membuka aplikasi-aplikasi dalam waktu bersamaan, gak ada tuh yang namanya nge-lag. Lancar jaya, jos!
Nah, selain sudah mendapat sedikit gambaran bagaimana cara membuat video stop motion (apalagi kalo membuatnya pakai laptop dari jajaran X series ini), teman-teman juga makin tahu kan spesifikasi si menawan ASUS X555QG? Semoga sekilas informasi yang kubagikan dalam postingan ini bermanfaat untuk teman-teman semua, yaaa! Sekian dan terima laptop baru~

Salam,
Mega Shofani

SUMBER:
http://www.amd-id.com/2016/12/asus-x555qg-hadirkan-amd-7th-gen-apu-dengan-ram-ddr4-yang-cocok-untuk-segala-kalangan
https://www.asus.com/id/Laptops/X555QG/overview
https://drive.google.com/drive/folders/1qZu-zZnGf7oVnuen27sifE9Ujq6zi6gM

--------------------oOo--------------------

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

Wednesday, 17 January 2018

Proses Panjang di Balik Teenlit Kilovegram: Mulai dari Benzbara, Lomba Novel Tanpa Pemenang, hingga Gramedia Pustaka Utama

Halooo! Apa kabar nih, gengs? Semoga kalian sedang dalam keadaan paling baik, yaaa~ 

Akhirnya aku berhasil juga ngumpulin niat untuk ngepost di sini lagi setelah sekian lama menelantarkan blog hingga penuh sarang laba-laba. Betapa tidak tau dirinya aku, kini datang kembali tiba-tiba *toyor pala sendiri*. Tapi aku seneng banget karena kali ini aku bawa kabar baik, lho! Yihaaa~ *putar-putar tali dadung ala koboy*

APAKAH ITU? Jeng jeng jeng~
Jadi setelah terbitnya teenlit pertamaku yang berjudul Love Apart di tahun 2014, kini teenlit keduaku yang berjudul KILOVEGRAM juga akan diterbitkan oleh penerbit yang sama, yakni Gramedia Pustaka Utama (GPU). Nah, buat kalian yang penasaran tentang Kilovegram, silakan cek video di bawah ini. Semoga tampilan mukaku gak bikin mata kalian diare ya, gengs. Mmmwah *kecup bacahhh*


Kali ini aku bukan mau berbagi tentang isi cerita novelku, sih. Hehehe, untuk yang satu ini aku berharap kalian cari tau sendiri dengan membaca tulisanku di teenlit Kilovegram YANG AKAN TERBIT 29 JANUARI MENDATANG. Apalagi kalo kalian mau kasih kritik dan saran sekalian... wah, aku pasti seneng banget!*PELUK ERAT*

*PELUK ERAT BABANG GONG YOO*

Nah, di sini aku mau berbagi cerita tentang perjalanan awal mula terciptanya Kilovegram. 

PERTAMA. Setelah Love Apart terbit, aku mikir, “Kira-kira ide apa lagi ya yang bisa aku olah untuk menjadi sebuah tulisan?” Akhirnya aku menemukan ide dari sebuah keresahan yang kujadikan tema dalam teenlit Kilovegram.

KEDUA. Aku buka semua folder berisi draft usang di komputer dan menemukan salah satu naskah yang sudah kuselesaikan di tahun 2006 (sekitar SMP kelas 2). Dulu naskah usang tersebut kuberi judul Orange dengan tokoh bernama Rhea dan Dandi (ngomong-ngomong anakku kuberi nama Rhea karena aku suka banget nama itu sejak dulu, saat membuat naskah pertamaku).

KETIGA. Lagi-lagi, seperti Love Apart, teenlit keduaku yang berjudul Kilovegram ini adalah bonus terindah dari sakitnya patah hati. Gak usah dijelasin patah hati karena apa deh ya, gak penting juga dibahas di sini =)) Yang jelas, Kilovegram ini adalah cara kabur paling elegan dari semua masalah yang bikin aku down di tahun 2014 dan patah hati adalah sumber semangat untuk membalas cela dengan sebuah karya #tsedaaap~

Nah, punya ide + ketemu naskah usang + patah hati dengan sedikit permak jalan cerita sana-sini adalah rumus yang membuat penulisan Kilovegram berjalan lancar saat itu. Oya, sebelum ketemu judul Kilovegram, naskahku ini berjudul Cinta Bukan Soal Ukuran atau singkat aja CBSU. Hehe, ribet yak? 

Jadi sekitar awal tahun 2014, Bernard Batubara (@benzbara_)—atau akrabnya disapa Bang Bara—lewat cuitan Twitter-nya menawarkan jasa konsultasi naskah cuma-cuma alias gratis di sela waktu senggangnya. Kalau aku gak salah, saat itu Bang Bara masih menjadi editor di salah satu penerbit besar, yaitu GagasMedia/Bukune #CMIIW. Pada awal Mei 2014, aku menyempatkan waktu untuk mengonsultasikan naskah CBSU ke Bang Bara yang saat itu kantornya (mungkin kantor cabang?) berada di Jalan Gedong Kuning, Yogyakarta.
Setelah berkenalan, langsung pada intinya, yaitu konsultasi naskah. Asli, deg-degan. Apalagi ngeliat wajah serius Bang Bara waktu skimming adalah detik-detik yang menyeramkan. Gak nyampe 20 menit naskahku dibolak-balik oleh Bang Bara, eh udah sampai halaman paling akhir aja. Padahal yang nulisnya berapa bulan dah, LOL :)) Setelah Bang Bara menutup naskahku, beliau memberikan beberapa kritik-saran. Kritik, saran, dan wejangan kepenulisan yang paling aku ingat betul dari Bang Bara adalah sebagai berikut:
“Kalo kamu gak bisa menjelaskan ke aku tentang apa naskahmu dalam satu atau dua kalimat, bisa jadi kamu gak bener-bener ngerti apa yang sebenarnya kamu tulis.”
“Silakan mau buat jalan ceritamu sedemikian rupa, tapi aku tidak menyarankan kamu menambahkan tokoh baru saat cerita mau selesai. Itu bikin tokohmu terkesan hanya tempelan seolah biar ceritanya cepet selesai.” 
Kalo kamu mulai bosan, berarti narasimu kepanjangan, saatnya tambahkan dialog. Kalo kamu merasa tempo ceritamu terlalu cepat, tambahkan narasi.
“Ceritamu ini fokusnya ke mana? Coba tokoh baru di menjelang akhir cerita ini hilangkan aja. Saranku mulai dari setengah naskah ke belakang sejak kemunculan tokoh baru, itu dirombak ceritanya, kalo perlu ubah jadi begini bla bla bla.” 
Jujur yah, untuk saran yang terakhir tuh aku kayak mau nangis dengernya. Bayangin gengs, setengah jalan cerita (yang kamu pikir itu bagus) disuruh hilangkan, ubah, dan bikin baru. BI-KIN-BA-RU! *mati suri kemudian*.
Sementara jiwa masih syok setelah dengerin saran Bang Bara, mulut bilang iya-iya aja dan otak semampunya berusaha merekam sederet saran lainnya. Pertemuan siang menjelang sore itu ditutup dengan kalimat, “Masih banyak yang harus kamu perbaiki. Jadi maaf ya, terus terang naskah ini belum bisa dibawa ke tahap lebih lanjut,” oleh Bang Bara. Setelah hari itu aku memutuskan istirahat sejenak dari dunia tulis-menulis. Puyeng, bok! 

Sebulan setelah konsultasi tersebut, eeeh muncullah poster lomba novel bertema kehidupan remaja dari salah satu penerbit. Saat itu aku belum kepikiran untuk mengubah setengah jalan cerita menjadi seperti yang disarankan Bang Bara. Aku terlalu puyeng untuk melakukannya. Jadi langsung aja aku kirim naskah CBSU untuk kuikutkan lomba, yang saat itu judulnya sudah kuganti menjadi Kilovegram. Biar lebih hemat napas ngucapinnya.

Empat bulan menanti, akhirnya hasil lomba novel pun diumumkan. Anehnya, hasil akhir lomba tersebut adalah: TIDAK ADA PEMENANG, karena penerbit tersebut menginginkan novel yang SU-PER-A-MA-ZING! Iya, intinya yang ditulis di blog penerbit tersebut sih begitu, mueheheh :P Walau tidak ada pemenang, Tim Juri tetap memberi apresiasi kepada 5 naskah pilihan, di mana Kilovegram, naskahku, terpilih sebagai salah satunya. Dengan catatan, kelima naskah tersebut tetap tidak akan diterbitkan. Cedih, bok~

Nah, setelah pengumuman lomba tersebutlah titik balik perjuanganku merombak setengah jalan cerita seperti yang disarankan oleh Bang Bara. Aku yakin banget saran dan kritik Bang Bara itu untuk kebaikan naskahku sendiri ke depannya. Azeg! Setelah kupermak sana-sini, akhirnya kuberanikan diri untuk mengirim hasil akhir naskah Kilovegram (seperti yang Bang Bara sarankan) ke penerbit GPU di tahun 2015, sekitar bulan Februari. 

Setelah hampir dua tahun tidak kunjung mendapat kabar dari GPU, rasanya mau nyerah aja. Sering juga terbit perasaan semacam: mungkin dunia kepenulisan memang bukan buatku. Tapi anggapan itu langsung sirna ketika aku ditelpon oleh pihak GPU pada Januari 2017 dan memintaku untuk memeriksa email. Sumpah, bahagianya gak main-main. Intinya email tersebut berisi bahwa naskahku yang berjudul Kilovegram, yang aku kirim dua tahun lalu, diputuskan untuk diterbitkan :) Entah kebetulan atau tidak, tapi saat pihak GPU menelpon untuk memberi kabar baik, itu bertepatan dengan hari ulang tahunku. Jadi kebayang kan gimana senengnya? Bagiku itu kado terbaik di tahun 2017. Terima kasih Gramedia Pustaka Utama kesayangan *MMMWAH*
Daaan, setelah menanti setahun kemudian semenjak diputuskan untuk diterbitkan, akhirnya pada bulan November 2017 aku dikabari oleh Mbak Nindy, editor Kilovegram, bahwa rencananya naskahku akan terbit bulan Januari 2018 antara minggu ketiga atau keempat. Waaah, makin seneng! Itu artinya hal tersebut bakal jadi kado terbaik di 2018, dari GPU lagi. Entahlah... kerasa indah banget karena aku pun melewati proses yang tidak sebentar.

Alhamdulillah. Terima kasih. Aim seneng banget, Ya Allah~

Tentunya semua ini juga tidak lepas dari doa Mama. Aku inget banget beberapa hari sebelum ada kabar dari GPU aku selalu murung karena layar laptopku baru aja patah. Udah gitu aku lagi gak punya duit buat benerin atau beli baru. Waktu itu Mama cuma bilang, “Ya udah yang sabar, Nduk. Mama doain semoga kamu cepat dapat kabar baik dan tercapai kepenginanmu.” Aku percaya semua kabar baik itu adalah doa Mama yang menembus langit. Ya, begitulah... di balik keberhasilan usaha mencapai impian, ada doa ibu yang diijabah Allah. Sekali lagi alhamdulillah.

Oya, walau saat itu aku sedih karena Kilovegram menjadi salah satu dari naskah-pilihan-tapi-tidak-diterbitkan, tapi kini aku justru bersyukur karena pada akhirnya aku bisa membenahi dan mengubah setengah jalan cerita seperti yang disarankan oleh Bang Bara. Dan sejauh ini, aku suka dengan perubahan yang sudah kulakukan untuk naskahku itu. GAK KEBAYANG COY, kalau saat itu diterbitkan dan setengah jalannya cerita gak kuubah... duh, mungkin aku bakal malu sendiri bacanya :( Berkat saran Bang Bara dan lomba tanpa pemenang tersebutlah kini Kilovegram menemukan ‘rumahnya’ yang terbaik.

Yak, sekian panjangnya cerita dari perjalanan terjadinya Kilovegram. Buat temen-temen yang sedang memperjuangkan naskahnya, tetap tenang, sabar, dan semangat, ya! Cintai prosesnya. Karena menurutku, keindahan yang ada dalam dunia kepenulisan terletak pada proses belajar, berkembang, dan penantian itu sendiri. So, selalu yakin bahwa setiap naskah pasti akan menemukan tempat bernaungnya. 

Ciyum sayang,
Megashofani.

Wednesday, 3 January 2018

Selamat Datang, 2018! Tahun Baru, Semangat Baru, dan Konten Baru: #MegaJourney2018

Halooo! 

Sebelumnya aku mau ucapin Selamat Tahun Baru 2018 untuk teman-teman dunia perbloggeran dan Megablog! Setelah sekian lama hidup dalam kebimbangan mengenai, konten apa yang mau kubawa ketika aku kembali menekuni dunia blog?, kini kusudah menemukan jawabnya. Azeg~

Jadi begini, sejak kecil aku punya problem hidup yang tak usai-usai, yaitu MASALAH BERAT BADAN. Bahkan, ‘mencapai berat badan ideal’ tuh udah berkali-kali jadi resolusi sampe bosen sendiri (makanya aku gak pernah bikin resolusi lagi, karena resolusinya kebanyakan ngulang resolusi tahun lalu. Astaga, sedih.). Itulah buah dari rasa malas dan ketidakkonsistenan yang sudah mendarah daging =)) Jangan dicontoh ya adik-adik. Jangan.

Walau sebenarnya malas untuk menulisnya (karena sudah berkali-kali ditulis di tahun-tahun sebelumnya), tapi tetap akan kuungkapkan keinginan/resolusiku LAGI di tahun 2018 ini, yaitu masih sama: MENCAPAI BERAT BADAN IDEAL. Yaaa, suatu keinginan perlu diungkapkan supaya kita tahu jelas kemana kaki kita harus melangkah dan apa yang harus kita lakukan untuk mencapai keinginan tersebut. Bukan begitu sodarah-sodaraah? *sodorin mic*

Singkat cerita, badanku mulai membengkak saat umur 5 tahun. Bahkan saat kelas 6 SD bobotku sudah menginjak angka 70 kg. Prestasi yang langka, tentu saja. Dalam perjalanan hidup selama hampir 26 tahun, segala macam diet udah aku lakoni, deh. Ibarat kata nih, kamu mau tanya diet macem apa aja, aku tuh tau protokolnya. Saking banyaknya metode yang udah pernah kujabanin. Berat badan turun, emang. Tapi ya naik lagi.

Karbohidrat dan gula berlebihan itu memang sadis, kawan. 
Intinya, lebih sulit melawan diri sendiri itu benar adanya.

Keadaan tubuh makin parah setelah setelah melahirkan di mana berat badan makin tak terkendali, bahkan jarum timbangan mencapai angka 140-an kilogram. Aku membiarkan keadaan obesitas ini berlangsung selama setahun pasca melahirkan karena memprioritaskan untuk mengurus bayiku. Di titik tiga digit ini, bukan sekali atau dua kali rasa sakit hati aku alami. Bukan hal baru ejekan seperti gajah bengkak dan sumo mendarat di telinga. Bahkan saking seringnya diolok-olok dan dicemooh karena tubuh yang gemuk sekali, telingaku cenderung kebal dengernya. Dikatain macam kasur bukannya marah, malah ikut ketawa. Saking merasa lumrah. Padahal sih dalem hati nangis juga. HUAAAA~

Tetapi percaya deh, ketika hal-hal tidak mengenakan terjadi dalam hidup dan kita mampu mengolahnya menjadi motivasi, energi dan pikiran positif, saat itulah kita menang atas diri sendiri *ikat kepala* Akhirnya, aku memutuskan untuk balas dendam, membungkam mulut-mulut kejam dan suara-suara sumbang. Aku gak membalas mereka dengan melakukan hal yang sama seperti mereka, tapi dengan mengubah dan memperbaiki diri sendiri agar lebih baik lagi. Karena setahuku, itulah satu-satunya cara paling elegan dan menawan yang bisa aku lakukan. 

Selain ingin membalas dendam in a good way, tentunya tujuan PALING UTAMA ya pengin sehat. Tidak bisa dipungkiri, dengan bobot tubuh sekian-sekian-sekian, aku mulai menemukan banyak penyakit. Mulai dari tangan sering kesemutan tiba-tiba, sesak bernafas, kulit jadi kurang sehat mudah gatal-gatal. Aku gak mau hanya karena kondisi tubuhku begini, aku jadi gak bisa leluasa mengimbangi Rhea—anakku—bermain, yang mana di usianya saat itu sedang banyak-banyaknya beraktivitas. Aku mau sehat dan harus sehat. Karena cita-citaku adalah hidup lebih lama bersama orang-orang tersayang. 

Dan hal itu juga yang membuatku memutuskan mendaftar jadi anggota di salah satu pusat kebugaran di tahun 2015. Selama enam sampai delapan bulan ngegym bobot badanku sempat turun banyak, bahkan jarum timbangan sudah menunjukkan angka 106. Memang masih banyak dan masih tiga digit, tapi bisa memangkas beberapa puluh kilogram TANPA OBAT PELANGSING tuh rasanya seneng banget! Badan terasa lebih enteng, rasa percaya diri meningkat, dan tidak mudah lelah.

Ini penampakan 140an sekian kilogram menjadi 106 kilogram~
Tapi eh tapi... 
lagi-lagi rasa malas memenangkan segalanya 
membuat bobotku kini di titik 120 kg lagi. 
Duh, capeeek!

JADI, TEMAN-TEMANKU YANG BUDIMAN...

Inilah yang akan menjadi konten spesial di Megablog yang menyatukan passion menulis dan keinginan hidup sehatku. Atas dasar keresahan tubuhku tentang berat badanku tersebut, aku akan membuat topik khusus bernama #MegaJourney2018 yang menuliskan tentang olahraga apa saja yang aku lakukan untuk menurunkan berat badan dan makanan apa saja yang biasa aku makan selama program penurunan berat badan berlangsung. 

Kenapa #MegaJourney2018?
Mega berarti besar. Journey adalah perjalanan. 
Dan bagiku ini termasuk perjalanan besarku di tahun 2018, 
perjalanan mencapai berat badan ideal. 

Kenapa perjalanan besar? Karena memelihara niat baik dan mempertahankan konsistensi tidak semudah kedengarannya. Sebenarnya aku membuat konten ini sebagai self reminder supaya kali ini aku tidak melenceng dari niatku untuk memenuhi resolusi 2018 yang juga sudah menjadi resolusi tahun-tahun sebelumnya. Selain itu mumpung ini tahun baru dan momennya pas untuk mengawali segala sesuatu yang baik. Hehehe~ 

So, untuk teman-teman, terutama teman-teman yang bertubuh PLUS-SIZE juga... Ayo kita mulai atur pola makan dan olahraga teratur demi kesehatan! Karena menerima tubuh kita apa adanya bukan berarti seadanya. Bagiku, menjaga tubuh tetap sehat adalah wujud bersyukur kepada Tuhan dan mencintai diri sendiri dengan cara paling sederhana.

Dengan dibukanya #MegaJourney2018, sebagai awal aku akan posting data-data fisikku yang akan kuukur ulang pada bulan depan, yakni sebagai berikut:
Buat temen-temen yang ada rencana diet, ingin menurunkan sedikit bobot tubuhnya, 
boleh banget ikutan #MegaJourney2018 dengan syarat: 
1. punya NIAT YANG KUAT, 
2. selalu BERDOA, 
3. tekun BERUSAHA *Push your limit, baby*,
4. harus KONSISTEN dan KONTINYU,
5. yang terakhir NO OBAT PELANGSING.
Demi kebaikan, tolong jangan pakai obat pelangsing. Pil-pil itu hanya membuat kamu terlena yang mengakibatkan setelah kamu berhenti mengonsumsinya, beratmu bakal naik lagi. Karena apa? Karena kamu sebelumnya tidak berusaha membiasakan diri pada pola makan yang baik dan benar. 

Sekian dan sampai jumpa di postingan #MegaJourney2018 berikutnya. Ciao!